
5 Kesalahan Packing yang Membuat Kiriman Internasional Anda Berisiko
Packing yang asal-asalan adalah alasan nomor satu paket rusak, tertahan, atau kena biaya tambahan saat dikirim ke luar negeri.
Packing yang asal-asalan adalah alasan nomor satu paket rusak, tertahan, atau kena biaya tambahan saat dikirim ke luar negeri. Berikut kesalahan yang paling sering ditemukan tim JNK Express di lapangan — dan cara memperbaikinya.
1. Kardus Terlalu Tipis untuk Isi yang Berat
Kardus bekas boleh dipakai ulang, tapi pastikan ketebalannya sesuai (idealnya double-wall untuk barang di atas 5 kg). Kardus yang penyok saat transit adalah tanda pertama barang di dalamnya berisiko rusak.
2. Ruang Kosong Tidak Diisi
Barang yang bisa bergerak bebas di dalam kotak akan berbenturan selama proses transit udara dan darat. Isi ruang kosong dengan bubble wrap, kertas kraft, atau air pillow hingga benar-benar padat.
3. Label Alamat Tidak Terlindungi
Label AWB yang ditempel langsung tanpa pelindung mudah luntur terkena hujan atau kelembapan gudang. Selalu gunakan waybill sleeve transparan.
4. Berat dan Dimensi Tidak Diukur Ulang
Estimasi berat "kira-kira" adalah sumber utama selisih tagihan. Timbang paket setelah dikemas penuh, bukan sebelum diisi.
5. Barang Cair, Baterai, atau Elektronik Tidak Dideklarasikan
Barang kategori dangerous goods (baterai lithium, cairan, magnet) memiliki aturan pengemasan dan deklarasi khusus. Melewatkan deklarasi ini bisa membuat paket ditahan di Bea Cukai atau ditolak maskapai.
Ingin memastikan kiriman Anda dikemas sesuai standar internasional? Tim JNK Express siap membantu pengecekan sebelum barang dijemput.
