
Panduan Lengkap Ekspor Internasional Menggunakan DHL Express dari Indonesia
Panduan lengkap ekspor barang ke luar negeri via DHL Express dari Indonesia — dokumen wajib, cara packing, hingga jadwal pickup. Simak langkah demi langkah bersama JNK Express.
Panduan Lengkap Ekspor Internasional Menggunakan DHL Express dari Indonesia
Mengirim barang ke luar negeri sering terasa rumit bagi pelaku usaha yang baru pertama kali melakukannya — dokumen apa saja yang dibutuhkan, bagaimana cara packing yang benar, dan bagaimana proses penjemputannya. Sebagai mitra resmi DHL Express di Indonesia, JNK Express merangkum panduan ringkas berikut agar proses ekspor Anda berjalan cepat, aman, dan bebas kendala di Bea Cukai.
1. Siapkan Dokumen Pengiriman
Empat dokumen ini wajib disiapkan sebelum paket dikirim:
Commercial Invoice — faktur komersial yang memuat rincian barang, harga, dan kode HS (Harmonized System). Dokumen ini menjadi dasar penilaian pajak dan bea masuk di negara tujuan.
Packing List — daftar rinci jumlah, berat, dan dimensi setiap paket, memudahkan petugas Bea Cukai melakukan verifikasi fisik.
Air Waybill (AWB) — label resi resmi dari DHL yang menjadi identitas pengiriman dari asal hingga tujuan.
PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) — dokumen kepabeanan yang diwajibkan untuk nilai ekspor tertentu; JNK Express dapat membantu memastikan apakah pengiriman Anda memerlukan PEB.
Tips dari JNK Express: pastikan nama barang di invoice menggunakan istilah spesifik (bukan istilah umum seperti "barang" atau "sample"), karena deskripsi yang tidak jelas adalah penyebab utama tertahannya paket di Bea Cukai negara tujuan.
2. Kemas Barang dengan Aman dan Akurat
Gunakan kardus dengan ketebalan yang sesuai berat barang, tambahkan bubble wrap atau foam di sisi yang rentan benturan, dan hindari ruang kosong dalam kotak yang bisa membuat barang bergeser saat transit udara.
Ukur berat aktual dan berat volumetrik (panjang × lebar × tinggi ÷ 5000) sebelum mengisi data pengiriman — DHL menghitung biaya kirim berdasarkan mana yang lebih besar di antara keduanya. Kesalahan ukur adalah penyebab paling umum dari selisih tagihan yang muncul setelah paket dijemput.
3. Buat Pesanan dan Jadwalkan Pickup
Masuk ke portal MyDHL+ atau buat akun pengiriman bisnis.
Isi alamat lengkap pengirim dan penerima — termasuk kode pos dan nomor kontak yang aktif, karena data yang tidak lengkap dapat memperlambat proses customs clearance.
Cetak label AWB dan tempelkan pada bagian atas paket menggunakan waybill sleeve (kantong plastik transparan) agar tidak rusak atau basah selama pengiriman.
Jadwalkan waktu penjemputan (pickup) sesuai jam operasional kurir di wilayah Anda.
4. Kenapa Menggunakan JNK Express?
Sebagai mitra resmi DHL Express, JNK Express membantu pelaku bisnis — dari UMKM hingga korporasi — mengurus proses pengiriman ekspor dari awal hingga paket tiba di negara tujuan, termasuk pendampingan dokumen dan pelacakan real-time.
Butuh bantuan mengirim barang ke luar negeri hari ini? Hubungi tim JNK Express untuk konsultasi gratis dan jadwalkan pickup pertama Anda.

